Showing posts with label Produk Koi. Show all posts
Showing posts with label Produk Koi. Show all posts
Ikan Koi, Piaraan Para Raja
indosiar.com, Jakarta - Ikan koi memang indah. Corak kulitnya yang berwarna-warni, dan gerakannya yang lincah gemulai, membuat ikan ini banyak disukai orang. Dahulu kala, ikan koi merupakan piaraan para raja di China.
Namun kini ikan koi kualitas terbaik lebih banyak dikembangbiakkan di Jepang. Karena itu, beberapa jenis ikan koi terkenal, namanya berbau Jepang, seperti jenis Kohaku, Taaisho sanhoku, Showa sanshoku, Bekko dan Utsirimono.
Erick Jonathan merupakan salah seorang importir ikan koi. Di kolam miliknya di kawasan Serpong, Tangerang, Banten, dia mengoleksi banyak ikan koi yang diimpor dari Jepang. Karena corak warna sisiknya yang indah, ikan koi diyakini dapat menghilangkan stress. Selain itu juga dipercaya mendatangkan keberuntungan bagi orang yang memeliharanya. Karena itu, tidak heran meskipun harganya mahal, ikan koi banyak dicari orang.
Ikan koi biasanya dipelihara di kolam, bukan di aquarium. Karena ikan ini tampak lebih indah bila dilihat dari atas.
Untuk memelihara ikan koi, selain pakan yang berkualitas, yang harus paling diperhatikan adalah air kolamnya. Ikan koi hanya dapat hidup dengan baik di kolam yang airnya jernih dan banyak mengandung oksigen. Untuk memasyarakatkan ikan koi, terutama untuk memperkenalkan koleksi terbaru, dua kali dalam setahun dilakukan pameran ikan koi berskala besar, seperti yang diselenggarakan di Semanggi Expo ini.
Berbagai ikan koi dipamerkan disini. Pameran ini juga sekaligus menjadi ajang para penggemar ikan koi berkumpul dan saling bertukar informasi.
Dalam pameran ini, dapat dibeli bibit ikan koi. Menurut Husni, penggemar ikan hias, biasanya bibit ikan koi panjangnya 25 hingga 30 centimeter.Harganya juta-an rupiah. Setelah dipelihara selama 5 hingga 6 tahun, ukurannya bisa mencapai 80 centimeter, dan harganya melonjak menjadi puluhan kali bahkan hingga ratusan kali lipat.
Ikan koi memang mahal. Memeliharanyapun memerlukan biaya yang tidak sedikit. Karena itu tidak heran bila ikan koi lebih banyak dikoleksi oleh kalangan menengah ke atas. Menurut sejarahnya, ikan koi memang bukan ikan biasa, tetapi ikan piaraan para raja. (Suprie)
at
7:40 AM
Labels: Produk Koi, Stok Koi
Melihat Ikan Koi di Shirotori Garden Nagoya
Minggu pagi 11 Maret 2007 diawali dengan hujan yang lumayan lebat. Suhu cukup dingin, saya kira kurang dari 10 derajat Celcius. Untungnya, sekitar pk.9 pagi udara sudah cerah, walau angin dingin masih bertiup agak kencang. Pagi ini kami sekeluarga beserta keluarga Pak Edi Kurnaedi (Pak Edi, Mbak Santi dan mas Rizqi) berjalan-jalan ke Shirotori Garden, Nagoya. Taman ini merupakan salah obyek wisata di Nagoya yang terkenal dengan Ikan Koi-nya (Ikan Mas).Kami tiba di lokasi sekitar pk.11.30 siang dan tak lama kemudian Pak Edi sekeluarga tiba. Tiket masuknya terbilang murah dibandingkan obyek wisata yang lain 300 yen. Taman ini relatif baru dibangun, dibuka pada 14 April 1991. Luas areanya sekitar 3.7 hektar, dan merupakan miniatur dari kekayaan alam yang berada di wilayah Jepang Tengah. Tema yang mendasari pembangunan taman ini adalah “air”. Di sana-sini sungai yang airnya jernih mengalir, berbentuk air terjun. Aliran sungai berasal dari puncak gunung yang merupakan tiruan dari Ontake-san (gunung yang terletak di antara propinsi Nagano dan Gifu). Sungai yang mengalir merupakan tiruan dari Kisogawa, yaitu sungai yang mengalir dari propinsi Nagano, diteruskan ke propinsi Gifu, Aichi dan Mie, dan selanjutnya bermuara di Ise-wan (Wan gulf) yang berada di Jepang Tengah. Aliran sungai inilah yang dijadikan tema dalam mendesain taman Shirotori.
Karena saat ini masih berada dalam musim dingin, di sana-sini pohonnya gundul tak berdaun. Tetapi gundulnya pohon ini tidak mengurangi pesona wisata alam di taman Shirotori. Justru gemericik air, kelokan jernih aliran sungai terlihat jelas dan indah. Saat Sakura bersemi (akhir Maret ini atau awal April) barangkali bunga sakura yang bergelayut ke aliran sungai, akan memberikan sentuhan tersendiri yang membuat keindahan di Shirotori semakin lengkap.
Setelah puas mata memandang air terjun, kami beranjak ke danau yang terletak di tengah taman, dimana terdapat ikan koi (ikan mas). Tika sangat terkesan dengan pengalaman pertama memberi makan ke ikan koi. Makanan ikan seperti tablet bulat kecil dijual 50 yen per gelas. Ikan Koi memang sedap dipandang. Saya tidak tahu, apakah jenis ikan mas yang di taman ini sama dengan yang di Indonesia atau tidak. Selain ikan koi, di sudut yang lain terdapat pula bebek-bebek yang berenang kesana kemari. Siang ini kami hanya ketemu 3 ekor bebek.Setelah sholat Dluhur di salah satu perhentian, sekitar pk.3 siang kami pulang diantar keluarga pak Edi. Di tengah jalan sempat turun butiran es kecil, yang dalam bahasa Jepang disebut “arare”. Sungguh aneh musim dingin kali ini. Rata-rata terbilang hangat dibandingkan dengan musim dingin sebelumnya, tetapi justru saat mendekati musim semi, suhu turun bahkan disertai arare. Semoga saja bunga Sakura tahun ini mekar lebih cepat, sehingga kami masih sempat membuat foto Sakura sekali lagi sebelum pulang.
at
7:36 AM
Labels: Produk Koi
Ikan Koi, Si Pembawa Hoki dan Gengsi
Ikan Koi, Si Pembawa Hoki dan Gengsi
Banyak penggemar koi rela mengeluarkan puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk satu atau ekor koi. Bahkan, ada yang rela berburu hingga ke negeri orang. Tak hanya harganya yang mencengangkan, memelihara koi pun membutuhkan biaya yang tak sedikit.Bisa dikatakan koi merupakan jenis ikan hias termahal di dunia saat ini. Harganya bahkan melampaui harga ikan arwana yang menjadi primadona ikan hias asli asal Indonesia. Itu karena koi bagaikan ratu kolam yang bergerak anggun. Sifatnya yang bersahabat dan kemolekan tubuh serta warnanya mempunyai daya tarik dan mampu meredakan stres.
Bahkan bagi pecinta koi, membicarakan ikan yang satu ini seakan tak pernah ada habisnya. Itu juga yang membuat komunitas pecinta koi, seperti Bogor Nishikigoi Club (BNC) selalu memiliki topik pembahasan seputar ikan koi bagi para anggotanya.
Sebagai salah seorang pecinta koi sejak enam tahun lalu, Business Development Department Head PT Graha Andrasentra Propertindo, Edwin Maramis mengatakan, itu karena koi bukan ikan asli. “Koi merupakan ikan yang awalnya adalah ikan carper dari Jerman, yang disilang-silang dengan ikan carper Cina atau Jepang, sehingga jadilah koi seperti sekarang ini,” kata Edwin kepada Jurnal Bogor, belum lama ini.
Edwin yang memiliki sekitar 70-an ekor koi di kolamnya itu mengatakan, memelihara koi pun membutuhkan biaya yang tak sedikit. “Sekitar Rp1,5 juta sebulan harus saya alokasikan untuk pemeliharaan koi, antara lain untuk obat, makanan, sirkulasi air dan oksigen, dan lain-lain,” ujarnya.
Namun, bagi Edwin kepuasan memelihara dan memiliki koi tak bisa dinilai dengan uang. Apalagi bila koi yang dimilikinya berhasil merebut tempat dalam berbagai lomba. “Tak hanya itu, dengan memiliki koi, saya juga bisa menambah teman dan kenalan sesama penggemar koi yang dampaknya sangat positif dan menunjang pekerjaan saya,” tambah lelaki kelahiran Malang, 25 November 1964 itu.
Memelihara koi, lanjut dia, tidak seperti memelihara ikan jenis lain, misalnya arwana yang juga sering dikatakan orang ikan pembawa hoki. “Bagi saya, arwana dipelihara untuk dinikmati keindahan sisiknya, sedangkan koi dipelihara untuk dinikmati keindahan tubuh dan warnanya. Semua kembali ke masing-masing orang, lebih suka memelihara hewan apa,” jelasnya.
Edwin sendiri tidak terlalu memikirkan tentang koi sebagai simbol keberuntungan dan simbol panjang umur bagi pemiliknya. “Mengenai hal itu, saya lihat sisi logisnya saja. Bila dikatakan koi membawa hoki, ya karena saya cukup aktif bertemu dan berkumpul bersama sesama penggemar koi yang notabene tentunya dari kalangan high class. Itu otomatis membuat bisnis saya berjualan rumah di Bogor Nirwana Residence jadi terbantu,” tandasnya.
at
6:42 AM
Labels: Produk Koi
CIRI-CIRI IKAN KOI BERKUALITAS
Bentuk badannya bisa dilihat saat koi berenang, karena bentuk badan yang sempurna akan berpengaruh langsung pada gaya berenangnya. Demikian pula Sebaliknya. Walaupun seekor koi mempunyai corak warna yang sangat indah dan montok, tapi Jika sirip-nya tidak lengkap, koi tersebut dinilai jelek. Walaupun tidak mutlak, Sebaiknya kedua sisi badannya simetris. Dan harus diingat, seekor induk betina yang sedang "mengandung" perutnya lebih buncit. Ini Jangan disalahartikan bahwa ikan koi tersebut perutnya tidak normal. Harus diingat pula, ada dua bentuk badan yang abnormal yaitu: cacat dan kurang makan. Jika seekor koi tak bersirip atau mata-nya hilang sebelah, jelas koi tersebut cacat dan Jangan sekali-kali dipilih kendati dijual murah. Namun Jika ada koi berperut buncit di salah satu sisi badannya, atau ada sebuah rongga kecil pada kepalanya, kalau kita berminat koi seperti itu boleh diambil, dengan harga miring tentu!Secara rinci, bentuk badan yang harus diperhatikan adalah seperti berikut:
1. Garis punggung lurus dan punggung melengkung wajar
Jika kita perhatikan dari atas, garis punggung koi harus terlihat lurus dan ketika mereka bergerak meliuk punggungnya melengkung dengan wajar. Jika dilihat dari samping, maka garis sebelah atas badannya dan bawah badannya membentuk lengkung yang wajar. Artinya, sebelah atas badannya tidak boleh terlalu melengkung, tapi sebelah bawah juga Jangan sampai membentuk garis lurus. Koi yang ketika berenang membentuk lengkungan yang tajam pada badannya sendiri tidak pantas untuk dipilih.
2. Sirip tumbuh sempurna dan cantik
Sirip yang cantik dan besarnya sesuai dengan badannya, menjadikan koi tampak cantik. Yang paling penting di antara semua sirip adalah sirip dada. Sirip ini tidak boleh cacat karena penyakit atau cacat bawaan. Beberapa koi yang karena keku-rangan makan biasanya mempunyai sirip yang kerdil (kecil).
Sirip ekor dan sirip punggung koi sering ditemu-kan cacat. Begitu pula halnya dengan sirip perut atau sirip anal. Usahakan memilih koi yang mempunyai bentuk sirip sempurna.
3. Kepala berbentuk sempurna
Beberapa wajah koi enak dilihat, tapi beberapa lagi tidak. Ada koi yang mempunyai hidung bersan-dar ke depan, dan sebagian lagi ada yang mancung. Bentuk hidung koi ini, kendati berbeda, keduanya dianggap kurang bagus. Yang bagus adalah koi dengan bentuk hidung yang wajar, tidak terlalu menonjol, tapi juga tidak tenggelam dalam timbun-an daging.
Cacat rahang paling menentukan. Boleh jadi cacat ini disebabkan oleh penyakit gill root (akar insang) yang menyerang koi ketika masih kecil. Cacat yang disebabkannya sangat besar pengaruhnya terhadap penilaian koi. Kepala koi menjadi besar dan lebar, dan sangat tidak enak dipandang. Penyakit ini memang mempengaruhi bentuk mulut dan insang. Antara mata, mulut, dan rahang harus sama bagusnya dan membentuk suatu bangunan yang serasi dan sempurna.
4. Perbandingannya serasi
Perbandingan antara panjang, lebar, dan tinggi merupakan kunci bagus tidaknya koi. Yang dimak-sudkan di sini adalah angka paling besar antara perbandingan panjang badan dan tinggi adalah satu. Itu yang paling bagus. Namun pada umumnya angka rasio ini berkisar antara 1-2,6 hingga 1-3,0 dan biasanya angka ini sudah cukup memadai.
at
6:33 AM
Labels: Produk Koi
Air Hujan Membuat Ikan Koi Anda Akan Mati

PERTANYAAN :
Akhir akhir kan hujan rada deres niih.. kenapa ya kalo saya perhatikan habis hujan ikan koi kok pada teler semua ..malah yg kecil pada mati.. apa yg harus saya lakukan .. apa memang air hujan itu problem.. saya pernah dikasih tahu.. air hujan itu air nya asam .. harus ada pergantian dengan air seger.. dengan cara di kuras separo terus diganti air baru..
Apa menurut bapak bapak .kalo di filter terakhir saya kasih remukkan kerang apa bisa embantu..kalo saya baca baca di forum .. kerang itu berfungsi sebagai . buffer PH apa betul..
Atau karena kolam saya yg terlalu kecil.. total siih sekitar 5 ton.. dengan kedalaman antara 50 - 30 cm.. apa itu penyebabnya..
mohon anjuran dan nasehat
( Kantor240239 )
JAWABAN :
Dear Om yang ikannya lagi sempoyongan... Ini pengalaman saya sekarang,...
Kolam Saya bedara di setengah ruang terbuka, sehingga air hujan bercampur dengan air kolam,
kata orang pintar air hujam itu air asam... Tapi ikan saya tidak pernah mengalami hal demikian...ikan normal, hanya saya cegah keasaman air dengan membuang 1/4 air kolam dengan yg baru setelah itu di beri garam ikan...itu saja yg saya lakukan setiap kali hujan.....
kata orang pintar air hujam itu air asam... Tapi ikan saya tidak pernah mengalami hal demikian...ikan normal, hanya saya cegah keasaman air dengan membuang 1/4 air kolam dengan yg baru setelah itu di beri garam ikan...itu saja yg saya lakukan setiap kali hujan.....
Menurut saya memelihara ikan koi tidak terlalu sulit yang penting kebersihan air di erhatikan
semoga bermanfaat...
at
6:15 AM
Labels: Produk Koi
Ikan Koi paling Dicari
shiro ginrin 20cm sold out
sanke 27cm
showa 30cm sold out
bekko ginrin 38cm young champion B,sold out
sanke 27cm
showa 30cm sold out
bekko ginrin 38cm young champion B,sold out
at
3:48 AM
Labels: Produk Koi
Ikan Koi Keberuntungan
koromo ginrin 13cm juara 4
koromo 22cm juara 3,sold out
koromo 18cm juara 5
chagoi ginrin 35cm juara 3
koromo 22cm juara 3,sold out
koromo 18cm juara 5
chagoi ginrin 35cm juara 3
at
3:23 AM
Labels: Produk Koi
Subscribe to:
Posts (Atom)